Mengenal Indonesia Melalui Kalyana

mengenal indonesia melalui kalyana

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengenalkan Indonesia di mata dunia. Melalui produk fashion premium yaitu tas berbahan dasar kulit karya anak bangsa, Kalyana hadir sejak tahun 2010 silam.

Dengan mengkombinasikan kulit sapi/domba kualitas premium dengan batik khas Indonesia, Kalyana menjadi produk yang unik dan baru di industri fashion. Kalyana dikenal dengan konsep budaya Jawa yang sangat kental dalam tiap produk-produknya. Nama “Kalyana” sendiri diambil dari bahasa Jawa yang memiliki arti “yang dicintai”. Konsep tersebut juga diterapkan pada nama-nama produknya antara lain Ashadewi, Naisha, Adishree, Ashmeera, Bhuvie, dan Andien yang menambah keunikan Kalyana.

Sejak awal kemunculannya, Kalyana telah berkomitmen untuk melahirkan produk tas lokal dengan kualitas terbaik. Berbagai eksperimen dan pendekatan untuk menghasilkan produk yang dapat diterima masyarakat Indonesia telah dilakukan Kalyana selaku produsen tas. Mulai dari membuat perpaduan tas kulit dengan kain tradisional Indonesia, seperti batik tulis atau hand drawn batik, kain songket, dan kain tenun ikat.

Sebelum menggunakan kulit sapi/domba, Kalyana sempat menggunakan kulit ular python sebagai bahan dasar utama. Kalyana telah menggantongi ijin jual beli produk berbahan dasar flora dan fauna atau yang dikenal dengan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Hal tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap ekosistem serta pengabdian Kalyana pada Indonesia untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui berbagai percobaan proses produksi, akhirnya Kalyana berinovasi melahirkan produk tas berbahan full kulit dengan mengkombinasikan teknik grafik laser. Motif batik khas Indonesia ini terbubuhkan langsung pada produk tas Kalyana, sehingga konsumen tak harus repot merawat tas Kalyana yang sebelumnya merupakan kombinasi kulit dan kain-kain khas Indonesia.

Salah satu inspirasi Kalyana adalah motif batik Parang pada beberapa produk tas Ashadewi, Kirana, dan Afreen. Kata Parang itu sendiri berarti lereng, yang dalam motifnya merupakan susunan huruf S yang tak terputus dan membentuk ke arah diagonal. Batik Parang juga merupakan salah satu motif batik tertua di Indonesia. Sehingga, saat melihat motif batik Parang dalam produk Kalyana dapat langsung mengingatkan konsumen pada Indonesia sebagai negara yang kaya akan warisan budaya dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *