Ashadewi, Tas Kulit yang mengantarkan Kalyana Go Internasional

Tas ashadewi memiliki banyak cerita dalam perjalanannya, baca juga tulisan sebelumnya Cerita dibalik Tas Ashadewi, produk unggulan Kalyana Indonesia. Salah satu yang menjadi favorit saya, adalah cerita tentang bagaimana Ashadewi, Tas kulit yang menjadi salah satu unggulan Kalyana bisa melanglang keliling dunia. Di akhir tahun 2011 ashadewi mengantarkan Kalyana untuk mengikuti pameran di Jepang, namun tidak hanya sampai disitu saja. Sebab salah satu cita-cita saya saat mendirikan Kalyana, adalah memasarkan produk tas kulit kami ke Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Untuk mewujudkan mimpi tersebut saya memberanikan diri untuk mngikuti proses seleksi yang diadakan oleh Kementrian Perdagangan Republik Indonesia pada Tahun 2012. Seleksi ini cukup berat karena banyak peminatnya, diikuti oleh berbagai jenis perusahaan di seluruh Indonesia baik perusahaan kecil sampai perusahaan raksasa dengan jumlah karyawan ribuan orang. Mereka yang terpilih dalam proses kurasi ini, berhak mengikuti pameran Sourcing at Magic di Las Vegas, USA.  Berikut photo beberapa contoh produk yang kami sertakan dalam acara tersebut. Proses kurasi memakan waktu selama tiga puluh hari. Hampir setiap hari saya melakukan kegiatan cek email, dan kalau belum ada jawaban, maka email saya refresh siapa tahu setelah refresh muncul email dari Kemendag. (Namanya juga usaha ya, buka tutup email ga ada salahnya hihihihi). Jika tidak ada email di inbox, saya buka folder spam. Begitu terus dari hari ke hari. Maka saat pagi itu saya menerima email dari KEMENDAG yang memberitakan bahwa produk KALYANA lolos seleksi, rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Alhamdulillah.. Terus terang saat diyatakan berhak mengikuti Pameran ke Las Vegas USA, mewakili salah satu produk berkualitas dari Indonesia, sudah pengen bikin syukuran aja saking bahagianya. Sesaat hampir lupa, bahwa kabar bahagia ini masih merupakan langkah awal, dari tugas-tugas yang menanti, agar keikutsertaan Kalyana dalam Pameran Perdagangan Internasional ini bisa memberikan banyak manfaat dan membuka peluang baru bagi kami agar bisa lebih maju. Dan di Pameran inilah Ashadewi, menjadi primadona. Desain tas yang sudah dikembangkan, dan menggunakan bahan baku kulit ular python mendapat banyak perhatian selama pameran berlangsung. Beberapa mengungkapkan kekagumannya, namun ada juga yang menentang keberadaannya. Ashadewi ditentang karena ular python, termasuk salah satu hewan yang dilindungi. Hewan ini termasuk jenis langka yang hampir punah. Meskipun saat itu, saya sudah mengantongi ijin CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kehutanan, tetapi tetap saja tidak sedikit yang memberi masukan, untuk mengurangi penggunaan kulit Ular Pyhton sebagai material Tas Ashadewi
. Kegunaan CITES dalam hal ini adalah, ijin untuk memperjual belikan produk secara internasional yang menggunakan bahan dari flora atau fauna yg statusnya dilindungi. Sesampainya di Indonesia, masukan dari berbagai pihak selama Pameran di Amerika, membuat saya merisaukan desain Ashadewi ini. Di Indonesia tas ini diterima dengan baik oleh pasar, namun setelah menerima banyak masukan tentang proses penyamakan kulit ular pyhton (yang cukup sadis menurut saya), kok rasanya jadi setengah perang batin juga. Saat saya diskusikan dengan seorang sahabat yang tinggal di Belanda, untuk mencari pandangan dari negara yang berbeda, ternyata disana penggunaan kulit ular untuk komoditi benar-benar dilarang. Saya pun kemudian mendiskusikan masukan-masukan ini bersama tim Kalyana, dan memutuskan untuk tidak lagi menggunakan Kulit Ular sebagai bahan dasar tas Ashadewi Kalyana. Terus terang ini keputusan bisnis yang secara ekonomi tidak menguntungkan bagi saya  pemilik Kalyana, sebab angka penjualan tas Ashadewi yang memakai bahan kulit ular cukup tinggi, namun sangat melegakan bagi saya pribadi. Karena berbisnis sejatinya bukan hanya tentang  mencari uang dan keuntungan saja, tapi juga bagaimana saya bisa turut berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan di tempat kami menjalankan usaha. Ashadewi memang punya banyak cerita, karena kami berusaha memberi manfaat pada lingkungan sekitar sejalan dengan tercapainya tujuan Kalyana itu sendiri. Saya akan bercerita kembali bagaimana lanjutan kisah Ashadewi ini, langkah apalagi yang akan diambil oleh team Kalyana dan bagaimana cara kami menemukan solusi untuk Ashadewi agar tetap dicintai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *